News

Pengamat Menilai Pendidikan Keselamatan Transportasi Perlu Masuk Kurikulum

Jakarta (KABARIN) - Pengamat Transportasi Djoko Setjowarno menyoroti pentingnya pendidikan keselamatan sehingga perlu dimasukkan ke dalam kurikulum guna menekan angka kecelakaan dan meningkatkan keamanan dalam bertransportasi.

"Di negara maju, anak-anak itu mendapat kurikulum tentang keselamatan bertransportasi. Kita nggak ada. Di negara maju yang angka keselamatannya tinggi dan kecelakaannya rendah saja itu masih ada (pendidikannya)," ungkap Djoko saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, sosialisasi saja tidak cukup untuk menanamkan pengetahuan terkait keselamatan bertransportasi.

Djoko mengatakan pengetahuan tentang keselamatan bertransportasi harus ditanamkan sejak dini. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih mengingat hal tersebut dibandingkan sekadar sosialisasi.

Selain itu, dia juga mengimbau pemerintah agar anggaran keselamatan tidak dipangkas.

Dia menuturkan pemerintah boleh saja melakukan efisiensi anggaran, namun anggaran keselamatan transportasi jangan sampai menjadi salah satu yang dipangkas karena sangat penting bagi masyarakat.

Lebih lanjut, dia pun menyoroti usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi agar gerbong khusus wanita pada rangkaian KRL Commuter Line dipindahkan pascainsiden kecelakaan di Bekasi Timur.

Djoko menegaskan setiap masyarakat, baik wanita maupun pria, memiliki hak hidup yang sama, sehingga pemindahan gerbong wanita tersebut dinilai bukan merupakan solusi yang tepat.

"Di keselamatan itu, ada istilahnya 3E, yaitu Education, Engineering dan Enforcement. Itu yang perlu diperhatikan," ungkap Djoko.

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: